27 Feb, 2009
Sumber : Muhaimin Iqbal – Gerai Dinar
Pekan lalu negeri ini seolah tersihir oleh tamu negara yang sebenarnya ‘hanya’ menteri luar negeri AS yaitu Hillary Clinton. Di seluruh Negara yang dikunjunginya, ibu menteri ini nampaknya disambut lebih dari sekedar menteri. Dia di posisikan ‘diatas’ seolah-olah mempunyai kemampuan lebih, dan bisa berbuat banyak untuk bangsa-bangsa di Asia.
Ironinya, sebenarnya tamu Negara yang satu ini diantara misinya adalah ‘mencari hutang’ ke Negara-negara yang dikunjunginya. Betapa tidak, di negeri asalnya – bos Ibu menteri yang bekas pesaingnya dalam perebutan kursi presiden – lagi pusing tujuh keliling memikirkan upya penyelamatan negerinya yang sedang dalam proses tenggelam.
Rencana-rencana penyelamatan yang dilakukan Barack Obama bisa jadi malah akan menenggelamkan negeri itu sampai beberapa generasi yang akan datang. Angka terakhir yang saya kutip dari Casey Report menujukkan bahwa biaya total penyelamatan ekonomi Amerika (Total Cost of Bailout) akan mencapai lebih dari US$ 10 trilyun. Perinciannya adalah : Federal Reserve Programs (US$ 6.5 trilyun); FDIC Programs (US$ 1.5 trilyun) ; Treasury Department Programs (US$ 0.9 trilyun) ; FHA Programs (US$ 0.9 trilyun) dan terakhir American Recovery Bill (US$ 0.8 trilyun).
Baca Selengkapnya
27 Feb, 2009
Sumber : Muhaimin Iqbal – Gerai Dinar
Akhir pekan ini harga Dinar dalam Rupiah mencapai rekor tertingginya; Sampai pada saat perdagangan emas dan mata uang dunia ditutup dini hari tadi – Dinar dalam Rupiah di GeraiDinar.Com menunjukkan angka Rp 1,636,240.
Pada saat harga mencapai puncak tertinggi semacam ini, siapapun yang telah menukar uangnya dengan Dinar sebelum ini – insyaAllah tidak ada yang merasa rugi. Kalau tidak merasa untung karena uangnya dalam Rupiah naik secara significant, setidaknya dia bisa mensyukuri bahwa asset-nya telah terselamatkan dari kejatuhan nilai.
Baca Selengkapnya
20 Feb, 2009
Sumber : Muhaimin Iqbal – Gerai Dinar
Pada tahun 2000; GATA mengajukan tuntukan hukum di Amerika atas apa yang mereka sebut sebagai “Aktifitas manipulasi pasar emas yang diorkestrasikan oleh government official diluar wewenang legal dan konstitusional mereka yang melibatkan bullion banks yang aktif di Commodities Exchange (COMEX) New York”.
Meskipun tuntutan ini di kandaskan pengadilan awal 2002, namun conspiracy theory ini tetap bergentayangan di pasar emas dunia – tanpa pernah bisa dibuktikan. Inti dari conspiracy theory ini adalah pemerintah Amerika berkepentingan untuk mencitrakan nilai US$ yang tinggi dan inflasi yang terkendali dari waktu ke waktu – maka mereka perlu ‘mengendalikan’ harga emas dunia karena harga emas dunia ini dapat mencerminkan apa yang sesungguhnya terjadi terhadap nilai daya beli mata uang dan inflasi.
Baca Selengkapnya
20 Feb, 2009
Sumber : Muhaimin Iqbal – Gerai Dinar
Yang disebut US$ Index adalah nilai relatif US$ terhadap sekelompok mata uang fiat lain yang dianggap cukup besar pengaruhnya di dunia. Mata uang lain ini adalah Euro (EUR), Japanese Yen (JPY), Pound Sterling (GBP), Canadian Dollar (CAD), Swedish Krona (SEK) dan Swiss Franc (CHF).
Karena perbadingan nilai yang bersifat relatif satu sama lain ini, maka ketika US$ menguat – mayoritas yang lain melemah , begitu pula sebaliknya. Dan ini berlaku tidak hanya terhadap sekelompok mata uang yang dijadikan pembanding tersebut diatas, tetapi juga berlaku terhadap mata uang lain seperti Rupiah.
Contohnya bisa kita lihat saat ini, pada saat artikel ini saya tulis US$ Index lagi sangat perkasa di angka 87.65. Maka mata uang lain seperti Rupiah saat ini lunglai di angka Rp 12,000/US$. Meskipun demikian kita tidak perlu terlalu kecil hati karena kita punya banyak teman – mata uang lain-pun tidak kalah lunglainya, pada saat ini Euro berada pada US$ 1.2585; Pound Sterling pada US$ 1.4239 dan seterusnya.
Baca Selengkapnya
17 Feb, 2009
Sumber : Muhaimin Iqbal – Gerai Dinar
Krisis finansial global yang melanda dunia yang sudah berlangsung kurang lebih 1.5 tahun ini di dunia finansial juga disebut sebagai credit crunch. Saya terus terang kesulitan menterjemahkan credit crunch ini kedalam bahasa Indonesia yang pas tetapi arti crunch dalam bahasa kita antara lain adalah – mengunyah, menggiling , melindas, menghancurkan dan sejenisnya.
Oleh karenanya yang lebih pas dari istilah credit crunch saya menterjemahkannya ke bahasa Al-Quran saja yaitu ‘Dimusnahkannya Riba’ (QS 2 : 276). Ini dengan pengertian bahwa credit –nya saya artikan meminjam dengan bunga (karena memang inilah mayoritas yang terjadi).
Baca Selengkapnya
14 Feb, 2009
Sumber : Muhaimin Iqbal – Gerai Dinar
Ibadah haji dari waktu ke waktu punya tantangannya sendiri, tidak mudah, berat dan mahal.
Bila pada zaman kakek nenek dahulu tantangannya adalah transport yang bisa memakan waktu berbulan-bulan dan ketidak amanan dalam perjalanannya; saat ini transport banyak dan cepat – namun Anda belum tentu bisa melaksanakan ibadah haji pada waktu yang Anda rencanakan.
Kemudahan dan kecepatan transportasi haji ini ternyata menimbulkan masalah baru, yaitu membludaknya umat muslimin dunia yang (ingin) melaksanakan haji setiap tahunnya. Dampaknya bisa diduga, yaitu keterbatasan daya tampung jamaah haji di Mekah, Arafah, Mina dan juga Madinah.
Baca Selengkapnya
14 Feb, 2009
Ditulis oleh : Muhaimin Iqbal – Gerai DInar
Ketika saya mulai menulis tentang Netpreneur beberapa minggu lalu, ternyata banyak response dari pembaca yang serius ingin melakukan hal yang sama atau mirip dengan apa yang saya lakukan.
Dari response-response tersebut, saya dapat memahami bahwa apa yang dulu saya rasakan tentang kebosanan dan kejenuhan di tempat kerja – juga dialami oleh sekian banyak orang lain. Tidak peduli dia di perusahaan besar atau kecil, perusahaan bonafid atau tidak, sebagai karyawan biasa atau eksekutif – selalu ada (dan banyak) yang mersa bosan, jenuh, stuck , merasa di dhalimi dan berbagai perasaan tidak mengenakkan lainnya.
Baca Selengkapnya
13 Feb, 2009
Krisis likuiditas dunia rupanya belum menuju perbaikan, bisa jadi sekarang dunia masih sedang menuju puncak krisis. Indikatornya adalah institusi-institusi besar dunia mulai membabi buta menjual assetnya yang berharga – termasuk cadangan emas. – untuk berusaha mengatasi likuiditasnya.
European Central Bank (ECB) misalnya , baru ketahuan oleh pasar kalau ternyata mereka telah terpaksa menjual sebagian emasnya 7.6 ton sepanjang pekan lalu. Menurut MarketWatch institusi-institusi besar semacam ECB ini tidak menjual emasnya kecuali karena kepepet – ya butuh likuiditas tadi.
Krisis Karena situasi kepepet likuiditas ini menggejala secara luas, maka tidak dapat dihindarkan harga emas dunia jatuh kemarin. Meskipun demikian turunnya harga emas dunia belum tentu sejalan dengan pasar emas lokal; pasar emas fisik khususnya di Indonesia bisa jadi tidak serta merta turun setajam harga emas dunia tersebut.
Pertama karena emas belum menjadi komponen investasi yang significant bagi investor institusional Indonesia, sehingga tidak banyak yang menjual emas karena memang tidak banyak yang memilikinya.
Baca Selengkapnya
13 Feb, 2009
Saya pernah menulis tentang calon presiden AS dari Demokrat ini pada masa kampanyenya bulan Juni lalu .
Ketika Obama akhirnya bener-bener terpilih dalam pemilu pekan lalu, dunia – paling tidak dari sisi ekonomi – sudah sangat banyak berubah. Borok-borok kapitalisme dan industri keuangan yang spekulatif ribawi bermunculan.
Hari-hari ini pemerintah dan para Ekonom Amerika sibuk mencari solusi menyelamatkan ekonomi negeri itu. Setelah industri keuangannya luluh lantak, sekarang sector riil mulai berguguran dan antri untuk tindakan bailout pemerintahnya.
Baca Selengkapnya